Munas IX PBI Tetapkan Kepengurusan 2026–2029, Usung Visi Inovasi dan Jangkau Generasi

PONTIANAK, 21 Oktober 2026 — Musyawarah Nasional (Munas) IX Persekutuan Baptis Indonesia (PBI) menetapkan kepengurusan nasional periode 2026–2029 sekaligus memperkuat arah pelayanan gereja Baptis yang inovatif, teguh dalam Injil, dan relevan bagi generasi mendatang.
Munas yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak, Kalimantan Barat, pada 19–21 Oktober 2026 ini mengusung tema “Gereja Baptis Indonesia Berinovasi Tanpa Kompromi, Setia kepada Injil, Menjangkau Generasi”, berdasarkan 1 Korintus 9:22–23. Tema tersebut menjadi landasan visi pelayanan PBI untuk tiga tahun ke depan.
Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Pdt. Rendy Alexander Chuang ditetapkan sebagai Ketua Umum Presidium dan Pdt. Dr. Johan Siloam, M.Mis., M.Th., sebagai Sekretaris Umum Presidium dalam Badan Pengurus Nasional (BPN) PBI periode 2026–2029.
Sementara itu, untuk Pengurus Harian (PH), Munas menetapkan Pdt. Stefanus Ngatimin, M.Th., sebagai ketua; David Vidyatama, S.Si., sebagai sekretaris; Pdt. Sulozisokhi Laia, M.Min., sebagai bendahara; serta Pdt. Kusdaryono, M.Th., sebagai wakil bendahara. Pembentukan kepengurusan juga akan dilaksanakan di 13 wilayah PBI.
Dihadiri Perwakilan Pemerintah dan Gereja
Munas IX PBI diselenggarakan setiap tiga tahun sebagai forum musyawarah tertinggi untuk menentukan kepemimpinan dan arah pelayanan organisasi. Pada penyelenggaraan kali ini, Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) bertindak sebagai tuan rumah.
Acara pembukaan dihadiri sekitar 200 orang yang terdiri atas umat Baptis di Pontianak dan tamu undangan, termasuk perwakilan gereja-gereja di luar lingkungan Baptis.
Perwakilan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., hadir menyampaikan sambutan sekaligus membuka Munas melalui pemukulan gong.
Turut hadir perwakilan Kapolda Kalimantan Barat dan Pangdam XII/Tanjungpura. Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Dr. Joel Sihnurjadi, S.Th., M.Pd.K., juga menghadiri kegiatan tersebut dan menyampaikan sambutan.
PBI turut mengundang pimpinan gereja aras nasional yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) melalui perwakilan wilayah masing-masing. PBI merupakan salah satu dari delapan organisasi gereja aras nasional yang tergabung dalam forum tersebut.
Kepedulian terhadap Lingkungan
Selain membahas agenda organisasi dan menetapkan kepengurusan baru, rangkaian Munas IX PBI juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon di Kota Pontianak.
Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian umat Baptis Indonesia terhadap pelestarian lingkungan sekaligus komitmen untuk memelihara ciptaan Tuhan. Melalui kegiatan tersebut, PBI menegaskan bahwa pelayanan gereja tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan rohani, tetapi juga melalui tindakan nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
PBI Siapkan Paskah Nasional 2027 di Kediri
Setelah Munas IX, salah satu agenda besar yang menjadi perhatian PBI adalah penyelenggaraan Paskah Nasional 2027 pada 13–15 April 2027 di Kota Kediri, Jawa Timur.
Kegiatan tahunan tersebut diselenggarakan secara bergantian oleh delapan organisasi gereja aras nasional anggota FUKRI. Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi napak tilas kekristenan di Jawa Timur, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bakti kesehatan, karnaval Paskah, serta seminar. Ibadah perayaan Paskah akan menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan.
Penyelenggaraan Paskah Nasional diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan umat Kristiani sekaligus menghadirkan kontribusi nyata gereja bagi masyarakat.
Konsorsium Tujuh Sinode Baptis
Persekutuan Baptis Indonesia (PBI) merupakan konsorsium tujuh sinode Baptis, yaitu Gabungan Gereja Baptis Indonesia (GGBI), Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI), Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI), Gereja Baptis Independent Indonesia (GBII), Gereja Kristen Baptist Jakarta (GKBJ), Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI), dan Persekutuan Gereja Baptis Papua (PGBP).
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, PBI diharapkan semakin memperkuat persatuan antarsinode, mengembangkan inovasi pelayanan tanpa mengorbankan kesetiaan terhadap Injil, serta memperluas jangkauan pelayanan kepada generasi muda dan masyarakat luas. /Yudistira.red