Reshuffle Ketujuh Prabowo: Kementerian Baru Dibentuk, Bahlil Pegang Kendali Hilirisasi dan Transisi Energi

JAKARTA | zonanasional.id — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Dalam reshuffle ketujuh yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), sebanyak 18 pejabat dilantik untuk mengisi sejumlah posisi strategis pemerintahan.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah lahirnya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sebuah nomenklatur baru dalam struktur kabinet. Posisi tersebut dipercayakan kepada Bahlil Lahadalia, yang sekaligus tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pembentukan kementerian koordinator baru ini mempertegas arah pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam sekaligus mempercepat agenda transisi energi. Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa kementerian tersebut dibentuk untuk mengonsolidasikan kementerian terkait dan mempercepat pelaksanaan program prioritas pemerintah di sektor hilirisasi dan energi.

Dengan perubahan struktur tersebut, Kabinet Merah Putih kini memiliki delapan kementerian koordinator dan 49 kementerian. Jumlah wakil menteri juga meningkat dari sebelumnya 55 menjadi 57 orang. Perubahan struktur turut ditandai dengan hadirnya jabatan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Posisi baru ini dipercayakan kepada ekonom Dradjad Hari Wibowo.

Pergeseran Posisi Strategis

Reshuffle kali ini tidak hanya menambah struktur baru, tetapi juga menggeser sejumlah pejabat pada posisi penting. Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri kini dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Kursi Menteri Luar Negeri kemudian diisi diplomat karier Arrmanatha Christiawan Nasir.

Di bidang politik dan keamanan, Dudung Abdurachman ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Sementara mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Di sektor industri, Muhammad Sarmuji dipercaya menjadi Menteri Perindustrian.

Perubahan juga menyentuh institusi kepolisian. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri, sedangkan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dipercaya sebagai Wakapolri.

Fokus pada Eksekusi Program

Reshuffle ketujuh ini menunjukkan adanya penataan kembali sejumlah simpul penting pemerintahan, sekaligus penambahan struktur untuk menangani agenda yang dinilai strategis oleh pemerintah. Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi salah satu perubahan struktural utama.

Dengan Bahlil memegang posisi tersebut sekaligus sebagai Menteri ESDM, koordinasi kebijakan hilirisasi dan energi kini ditempatkan dalam satu kendali koordinasi.

Tantangan berikutnya bukan sekadar bertambahnya struktur dan pejabat, melainkan bagaimana perubahan tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang terkoordinasi, program yang berjalan, dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat serta dunia usaha.

Reshuffle telah selesai. Kini perhatian publik tertuju pada kinerja kabinet dengan struktur baru tersebut. / YDN

Sumber : Setneg/detik.com dan beberapa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *