JASMINE PARK: DARI MINI ZOO MENJADI DESTINASI WISATA KELUARGA DAN KONSERVASI

TANGERANG | zonanasioanal.id — Berawal dari gagasan sederhana menghadirkan restoran yang memiliki koleksi satwa, Jasmine Park perlahan berkembang menjadi destinasi wisata keluarga yang menawarkan perpaduan antara rekreasi, alam, edukasi, dan konservasi.

Jasmine Park mulai beroperasi pada penghujung 2023. Menurut General Manager Jasmine Park, Hendrik, konsep awalnya tidak langsung diarahkan menjadi taman wisata berskala besar. Pengelola terlebih dahulu membangun restoran yang dilengkapi dengan keberadaan sejumlah satwa.

“Awalnya kita buka restoran dulu, kemudian karena ada binatang, akhirnya berkembang menjadi mini zoo,” ujar Hendrik.

Keberadaan berbagai satwa tersebut kemudian menjadi salah satu daya tarik utama. Konsep Jasmine Park dikembangkan dengan memanfaatkan suasana alam, taman dan danau yang tersedia, sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk melihat satwa, tetapi juga menikmati ruang terbuka dan berbagai fasilitas rekreasi.

Ribuan Pengunjung Saat High Season

Sales Executive Jasmine Park, Dinda, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan saat ini rata-rata mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 pengunjung per Minggu.

Lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada akhir pekan maupun musim liburan. Bahkan, pada periode high season, jumlah kunjungan pernah mencapai sekitar 11.000 orang dalam satu minggu.

Mayoritas pengunjung masih berasal dari wilayah Jabodetabek. Namun, Jasmine Park juga mulai menerima wisatawan mancanegara, di antaranya dari Jerman dan London.

Menurut Dinda, sejumlah wisatawan asing tersebut memberikan respons positif setelah melihat langsung luas kawasan dan koleksi satwa yang tersedia.

“Mereka awalnya mengira tempatnya kecil. Setelah datang ternyata cukup luas dan koleksi hewannya juga lumayan lengkap untuk ukuran mini zoo,” ungkap Dinda.

Fasilitas Terus Dikembangkan

Tidak hanya mengandalkan koleksi satwa, Jasmine Park juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk kebutuhan rekreasi maupun kegiatan kelompok.

Sejumlah fasilitas yang tersedia antara lain danau, restoran, ruang meeting, mushola, klinik P3K, playground, serta wahana wall climbing.

Beberapa fasilitas lainnya masih dalam tahap pembangunan, termasuk kolam renang dan konsep ruang pertemuan bertema alam.

Ruang meeting yang tengah dipersiapkan akan mengusung konsep glass house di lantai dua. Konsep tersebut dirancang agar pengunjung dapat merasakan suasana pertemuan yang menyatu dengan alam.

Pengelola juga tengah mempersiapkan pengembangan fasilitas untuk kegiatan wedding, corporate gathering, maupun berbagai kegiatan komunitas sehingga Jasmine Park diarahkan menjadi destinasi dengan konsep one stop solution.

Keamanan Menjadi Perhatian

Dengan jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang pada periode tertentu, aspek keamanan menjadi salah satu perhatian pengelola.

Jasmine Park memiliki petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam serta didukung kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis.

CCTV antara lain ditempatkan di area pintu masuk, ticketing, restoran, parkir, area satwa, hingga sejumlah wahana.

Selain itu, tersedia klinik P3K sebagai fasilitas pertolongan pertama apabila terjadi kondisi darurat ringan seperti pengunjung terjatuh atau mengalami insiden lainnya.

Tiket Terjangkau, Menjangkau Semua Kalangan

Dinda menjelaskan, Jasmine Park berupaya mempertahankan harga tiket yang relatif terjangkau dengan target pengunjung dari berbagai kalangan.

Harga tiket masuk pada hari biasa sebesar Rp40.000 per orang, sedangkan pada akhir pekan Rp50.000 per orang.

Anak-anak dengan tinggi badan di bawah 130 sentimeter masih mendapatkan akses masuk secara gratis.

Untuk kendaraan, tarif parkir mobil sebesar Rp10.000, bus Rp20.000, dan sepeda motor Rp5.000.

Kapasitas parkir disebut mampu menampung sekitar 200 mobil serta sekitar 20–30 bus.

Menjaga Lingkungan dan Menguatkan Konservasi

Di balik aktivitas wisata, Jasmine Park juga membawa misi konservasi.

Pengelola menyebutkan bahwa Jasmine Park tidak hanya berfungsi sebagai mini zoo, tetapi juga merupakan lembaga konservasi yang ikut berperan dalam upaya pelestarian satwa, termasuk satwa yang terancam punah seperti binturong.

Pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian dari operasional. Sampah di kawasan wisata secara rutin diangkut, sementara sampah yang berada di area danau turut dibersihkan. Pengelola juga tengah menjajaki upaya daur ulang sampah melalui pihak lain.

“Harapan kami, pengunjung bukan hanya datang untuk berwisata, tetapi juga ikut memahami pentingnya melestarikan hewan-hewan yang hampir punah,” kata Dinda.

Menuju Destinasi Wisata yang Lebih Lengkap

Jasmine Park masih memiliki area yang cukup luas untuk dikembangkan.

GM Jasmine Park, Hendrik, mengatakan pengembangan ke depan akan diarahkan antara lain pada kawasan danau dengan sejumlah spot wisata air.

Di bagian belakang kawasan, pengelola juga menyiapkan pengembangan untuk wedding serta konservasi anggrek. Jasmine Park disebut telah memiliki izin untuk kegiatan konservasi tanaman anggrek langka.

Selain itu, pengelola tengah mempersiapkan konsep aquatic atau dunia air Jasmine Park sebagai bagian dari pengembangan destinasi.

“Masih banyak tempat kosong yang bisa kita kembangkan. Kita ingin terus menambah fasilitas, tetapi tetap mempertahankan konsep alam dan konservasi,” ujar Hendrik.

Menjadi Ruang Rekreasi, Edukasi dan Komunitas

Pengunjung Jasmine Park tidak hanya berasal dari wisatawan keluarga. Kawasan ini juga telah menjadi tujuan berbagai kelompok, mulai dari rombongan sekolah, corporate, komunitas hingga kelompok keagamaan.

Sekitar 60 orang karyawan terlibat dalam operasional Jasmine Park.

Ke depan, pengelola menargetkan Jasmine Park dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang semakin dikenal dan dikunjungi masyarakat.

Bagi pengelola, pertumbuhan wisata tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung. Ada misi yang ingin terus dibangun: menghadirkan ruang rekreasi yang sekaligus memperkenalkan masyarakat pada alam dan pentingnya konservasi satwa.

Jasmine Park pun tengah menapaki babak baru—dari sebuah restoran dengan satwa, berkembang menjadi mini zoo, dan kini diarahkan menjadi destinasi wisata keluarga, edukasi, rekreasi sekaligus konservasi. (Yudistira)

INFORMASI JASMINE PARK

Alamat: Jl. Jasmine Park, Cisauk, Kec. Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten 15341
Kontak: 0821-1800-0759

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *