1.000 Pelajar Kota Tangerang Gelar Deklarasi Anti Tawuran
Kota Tangerang zonanasional.id Gubernur Banten menghadiri acara Deklarasi Pelajar Anti Tawuran di YONIF 203 dan menegaskan program akan diterapkan di seluruh sekolah se-Banten.
Gubernur Banten menghadiri acara Deklarasi Pelajar Anti Tawuran di YONIF 203 dan menegaskan program akan diterapkan di seluruh sekolah se-Banten.
Aktual Tangerang – Pemkot Tangerang acara Deklarasi Pelajar Anti Tawuran di YONIF Mekanis 203 Arya Kemuning, Selasa (25/11/2025).
Acara dihadiri Gubernur Banten Andra Soni yang diikuti 1.000 pelajar. Andra menyebut program ini akan diterapkan di seluruh SMP, SMA, dan SMK di Banten.
“Kegiatan ini menanamkan disiplin kuat kepada generasi muda,” ujar Andra.
Ia menegaskan deklarasi akan menjadi model pembinaan pelajar di wilayah Banten.
Pelaksanaan tahun depan dibagi tiga lokasi dengan peserta dari delapan daerah. Kegiatan berlangsung tiga hari dua malam sesuai standar nasional pembinaan pelajar.
Model pelatihan militer dipilih untuk menanamkan cinta NKRI kepada peserta. “Konsepnya nanti membaurkan pelajar dari semua daerah di Banten,” kata Andra

Kegiatan ini telah berlangsung sejak masa Wali Kota Arief Wismansyah.
Turut hadir Ketua PGRI Banten Jamaludin dan Wali Kota Tangerang Periode 2013-2023, Arief Wismansyah. Wakil Ketua DPRD Tangerang Turidi juga hadir di acara penutupan.
Pada acara penutupan, Andra Soni datang dengan menumpang kendaraan taktis TNI dan memimpin jalannya upacara.
Peserta mengikuti orientasi kebangsaan yang dibina TNI AD sejak Senin kemarin.
Latihan dipimpin Danyonif 203 Letkol Inf Mahendra di lingkungan batalyon. Pelajar mengenakan pakaian hitam bercorak hijau dan putih selama kegiatan. Mereka menjalani pemeriksaan perlengkapan sebelum mengikuti upacara penutupan.
“Anak-anak mendapat motivasi tentang cinta negara dan rasa hormat,” ujar Andra Soni.

Menurut Andra, disiplin menjadi bekal penting bagi masa depan pelajar. Generasi disiplin dinilai penting untuk menuju Indonesia Emas 2045.
“Industri sangat membutuhkan anak yang disiplin,” kata Andra menegaskan.
Sementara, Jamaludin menjelaskan peserta berasal dari pelajar yang memiliki catatan negatif. Seribu peserta disiapkan menjadi pelopor pencegahan tawuran di sekolah.
“Mereka ini anak yang agak bandel atau istilahnya anak istimewa,” ujar Jamaludin.
Ia mengatakan peserta dibina agar lebih sopan, disiplin, dan bertanggung jawab.Adv











