[Tangerang Kota, 9 Oktober 2025]. Stigma negatif terhadap komunitas motor perlahan sirna berkat aksi nyata kepedulian sosial. Komunitas motor [ BLJM ] di Tangerang membuktikan bahwa hobi berkendara dapat berjalan selaras dengan semangat berbagi. Setiap ada kesempatan mereka turun ke jalan-jalan utama kota untuk membagikan ratusan paket makanan kepada kaum marjinal, seperti pemulung, tukang becak, hingga pekerja serabutan.
Aksi yang diberi nama ” Berbagi Kasih ” ini telah menjadi kegiatan rutin komunitas selama lebih dari 2 tahun. Dengan dana swadaya dan donasi sukarela dari para anggota, mereka menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji, seringkali setelah jam istirahat atau larut malam, di mana waktu tersebut menjadi momen krusial bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat Persaudaraan di Balik Lampu Motor
Ketua Komunitas BLJM, Elian Efendi, menyatakan bahwa kegiatan ini berawal dari kesadaran melihat banyaknya warga kota yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan.
“Kami sering touring dan berkeliling kota. Dari situ kami melihat banyak saudara kita yang tidur di emperan toko atau pinggir jalan. Mereka ini pejuang hidup yang mungkin seharian belum makan layak,” ujar Elian Efendi. “Daripada sekadar kumpul dan riding, kami sepakat untuk menjadikan setiap perjalanan kami sebagai kesempatan untuk berbagi. Ini bukan hanya soal solidaritas antar-bikers, tapi juga solidaritas terhadap sesama manusia.”
Pembagian makanan dilakukan secara mobile. Para anggota komunitas yang akrab disapa bikers ini mengendarai motor mereka, menyusuri sudut-sudut kota yang menjadi tempat singgah kaum marjinal. Kehadiran mereka disambut hangat oleh penerima, yang tidak jarang menanti kedatangan rombongan motor berjaket tersebut.
Mengubah Stigma dengan Aksi Nyata
Salah satu penerima bantuan, Bapak Juhandi, seorang pemulung yang biasa mangkal di kawasan pasar Anyer Tangerang kota, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Setiap ada suara motor knalpot ramai-ramai, saya sudah tahu itu pasti abang-abang motor yang baik hati. Mereka tidak sombong, datang kasih nasi, air. Bantuan ini sangat berarti, apalagi kalau malam sudah sulit cari makan,” tuturnya.
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga berhasil mengikis pandangan negatif yang selama ini melekat pada klub atau geng motor. Mereka membuktikan bahwa di balik penampilan yang “garang,” tersimpan hati yang peduli dan tangan yang ringan untuk berbuat kebaikan.
Komunitas BLJM berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak kelompok masyarakat, khususnya komunitas motor lain, untuk turut aktif dalam kegiatan sosial dan menunjukkan bahwa komunitas motor adalah bagian positif dari masyarakat yang siap berkolaborasi untuk kebaikan.
red











