ZONANASIONAL.id || TANGERANG –Program Studi Ilmu Komunikasi semester 7 Fakultas Sosial Humaniora Universitas Buddhi Dharma (UBD) menggelar workshop bertajuk “Aksiologi Retorika: Asa Membangun Kepercayaan Diri Public Speaking” pada Minggu, 15 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Keroncong, Kota Tangerang.
Workshop tersebut dihadiri oleh Lurah Keroncong beserta jajaran, dosen Ilmu Komunikasi, serta warga Kelurahan Keroncong yang berpartisipasi sebagai peserta. Kegiatan ini juga menghadirkan Achonk Lim selaku budayawan dan Dony Ambarita selaku jurnalis Media Lensa Banten yang bertindak sebagai pemateri public speaking.
Ketua Pelaksana kegiatan, Gabriel Nicholas, menyampaikan bahwa workshop ini diselenggarakan untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam berbicara di depan umum sekaligus menanamkan pemahaman bahasa dan kemampuan retorika. Ia menekankan bahwa public speaking tidak hanya berkaitan dengan teknik berbicara, tetapi juga nilai, etika, dan keberanian dalam menyampaikan gagasan.
“Kami berharap melalui acara ini peserta mampu membagikan ilmu dan pengalamannya bagi lingkungan sekitar. Kami menyadari bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan ini masih terdapat keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, kami memohon maaf apabila selama kegiatan berlangsung terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ujar Gabriel.
Sementara itu, Lurah Keroncong, Panji Buana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayahnya. Ia menyebut kegiatan seperti ini merupakan bagian dari persyaratan kelulusan mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pada siang menjelang sore hari ini, kita masih diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga bisa bersama-sama menghadiri acara public speaking yang dilaksanakan oleh mahasiswa UBD. Ini adalah salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai syarat kelulusan mahasiswa,” kata Panji Buana.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya Kelurahan Keroncong telah menerima mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang melakukan pengabdian masyarakat di bidang UMKM dan bisnis start-up. Oleh karena itu, ia menyambut baik kehadiran mahasiswa yang kali ini fokus pada penguatan kemampuan public speaking.
“Saya ucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah mempercayakan ilmu-ilmunya kepada masyarakat Kelurahan Keroncong. Public speaking ini penting karena berkaitan dengan etika, adab, sikap, sopansantun, dan keberanian. Banyak orang yang gemetar dan bingung saat berbicara di depan umum karena memang belum terbiasa,” ujarnya.
Menurut Panji Buana, kemampuan public speaking harus dibarengi dengan etika dan kesopanan agar pesan yang disampaikan tidak menyinggung pihak lain. Ia juga mengingatkan bahwa cara berbicara seseorang akan dinilai oleh publik, baik dari isi pesan maupun sikap saat menyampaikannya.
Salah satu peserta workshop, Eca, warga Kelurahan Keroncong, mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Workshop ini sangat membantu, terutama bagi kami yang sering berinteraksi dengan banyak orang. Saya jadi lebih paham bagaimana cara berbicara yang baik, sopan, dan percaya diri di depan umum,” ujar Eca.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat dari pelatihan public speaking.
Workshop ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Keroncong. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah kelurahan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya komunikasi yang beretika, percaya diri, dan efektif di tengah masyarakat.
red











