
TONDANO, MINAHASA | ZN — Kasih Kristus tidak berhenti pada kata-kata. Kasih yang sungguh-sungguh akan menemukan bentuknya dalam kepedulian, kehadiran, dan tindakan nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat itulah yang diwujudkan GKMI Tiberias Kakenturan, Modoinding, Sulawesi Utara, melalui kunjungan kasih dan penyaluran bantuan kepada anak-anak Panti Asuhan Kabar Baik Tondano, Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa pada Rabu, 27 Agustus 2026 kemarin.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk berbagi sukacita sekaligus menghadirkan perhatian dan kasih kepada anak-anak panti asuhan.
Bantuan yang disalurkan berupa uang tunai, sembako, serta sayur-mayur, termasuk hasil hortikultura yang menjadi salah satu ciri khas Modoinding sebagai salah satu sentra penghasil hortikultura di Sulawesi Utara.
Gereja Dipanggil Menjadi Berkat
Gembala Sidang GKMI Tiberias Kakenturan, Pdt. Hanny Kolamban, M.Th., mengatakan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari kehidupan orang percaya. Menurutnya, kegiatan berbagi kasih seperti ini merupakan bentuk perhatian gereja kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yang berada di Panti Asuhan Kabar Baik.
Kegiatan tersebut juga bukan kali pertama dilakukan, karena GKMI Tiberias Kakenturan bersama majelis dan seluruh jemaat secara rutin melaksanakan aksi kepedulian di sejumlah panti asuhan yang ada di Sulawesi Utara. “Kepedulian ini sangat penting kita lakukan kepada sesama manusia. Apa yang kami lakukan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana kami dapat hadir, berbagi kasih dan menjadi berkat bagi mereka yang membutuhkan.”

Kegiatan dipimpin langsung oleh Pdt. Hanny Kolamban, M.Th., bersama jajaran Majelis Jemaat GKMI Tiberias Kakenturan, yakni Wakil Gembala Pdp. Steivie Lalujan, Sekretaris Greislen Kembuan, dan Bendahara Line S. Retor.Turut hadir Pdt. Lano Runtuwarow, Pdt. Marlon Wungkar, S.Th., dan Pdt. Jefry Sumanti, S.Th., selaku Ketua Wilayah 2 GKMI Tondano.
Disambut Penuh Syukur
Ketua Panti Asuhan Kabar Baik Tondano, Pdt. Joudie Kotambunan, S.Th., yang juga merupakan Gembala Sidang GKMI Lembah Pujian Tondano, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan serta bantuan yang diberikan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi anak-anak yang berada di panti asuhan. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan kepedulian GKMI Tiberias Kakenturan. Kiranya bantuan ini dapat menjadi berkat bagi anak-anak dan mendukung kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jemaat GKMI Tiberias Kakenturan, Greislen Kembuan, mengaku terharu ketika bertemu secara langsung dengan anak-anak Panti Asuhan Kabar Baik. “Saya bersyukur bisa bertemu dengan adik-adik di panti asuhan ini. Secara pribadi saya terharu karena di usia mereka, mereka sudah berada di tempat seperti ini. Namun saya melihat mereka tetap bersukacita ketika menerima kunjungan kami,” tuturnya.
Ia berharap seluruh anak di Panti Asuhan Kabar Baik dapat terus memiliki harapan dan semangat untuk meraih cita-cita. “Kiranya setiap harapan dan cita-cita mereka dapat terwujud dengan pertolongan Tuhan. Tetaplah hidup di dalam Tuhan, karena ketika Tuhan menjadi sandaran, tidak ada masa depan yang terlalu gelap untuk dilalui.”
Menjadi Motivasi bagi Gereja
Ketua Wilayah 2 GKMI Tondano, Pdt. Jefry Sumanti, S.Th., menyambut baik aksi kepedulian tersebut. Menurutnya, kunjungan GKMI Tiberias Kakenturan bukan hanya menjadi berkat bagi Panti Asuhan Kabar Baik, tetapi juga memberikan semangat bagi gereja-gereja GKMI yang berada di wilayah Tondano.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pdt. Hanny Kolamban bersama keluarga dan jemaat GKMI Tiberias Kakenturan, serta kepada Pdt. Lano Runtuwarow yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. “Kami sangat bersyukur atas kunjungan dan kepedulian GKMI Tiberias Kakenturan Modoinding. Kami melihat ini sebagai aliran berkat Tuhan bagi kami di Wilayah 2 Tondano. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberkati Gembala, keluarga dan seluruh jemaat GKMI Tiberias Kakenturan.”
Berbagi Kasih yang Menguatkan
Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa, Femmy Teli, S.Pd., menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi anak-anak maupun pengurus Panti Asuhan Kabar Baik.
Menurutnya, kepedulian seperti ini dapat menjadi motivasi bagi gereja-gereja untuk semakin terbuka melihat kebutuhan masyarakat di sekitarnya dan mengambil bagian dalam menghadirkan kasih. “Kegiatan ini sangat memberkati anak-anak panti asuhan sekaligus membantu pengurus Panti Kabar Baik. Kiranya ini juga menjadi motivasi bagi sidang-sidang GKMI yang ada di Tondano untuk terus berbagi kasih kepada orang-orang yang ada di sekitar,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada anak-anak panti agar terus bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan.
Bersyukur Bisa Menjadi Berkat
Bendahara Jemaat GKMI Tiberias Kakenturan, Ibu Line Retor, mengungkapkan rasa syukur dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Saya sangat senang sekaligus bersyukur bisa hadir dalam kegiatan ini. Kami dapat melihat langsung anak-anak dan merasakan sukacita karena bisa menjadi berkat bagi mereka,” katanya.

Iman yang Dinyatakan melalui Perbuatan
Dalam wawancara terpisah melalui telepon, Pdt. Lano Runtuwarow memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan GKMI Tiberias Kakenturan.
Menurutnya, gereja memiliki panggilan untuk memperhatikan manusia secara utuh, bukan hanya kebutuhan rohaninya, tetapi juga kebutuhan jasmani, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan perhatian dan pertolongan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Gereja tidak hanya melihat kebutuhan rohani jemaat, tetapi juga kebutuhan jasmani, terlebih bagi mereka yang sangat membutuhkan. Ini adalah wujud aksi nyata dan bagian dari iman yang dibarengi dengan tindakan. Sebagaimana iman tanpa perbuatan adalah mati, demikian pula kasih tanpa perwujudan akan kehilangan maknanya.”
Kasih yang Tidak Berhenti pada Pemberian
Kunjungan ke Panti Asuhan Kabar Baik Tondano menjadi pengingat bahwa sebuah pemberian bukan hanya tentang nilai atau jumlah yang diserahkan. Yang jauh lebih berharga adalah ketulusan hati, kehadiran, perhatian, dan kasih yang menyertai pemberian tersebut.
Bagi anak-anak panti, mungkin yang mereka terima hari itu adalah sembako, uang tunai dan kebutuhan lainnya. Namun lebih dari itu, mereka menerima pesan bahwa mereka tidak dilupakan dan tidak berjalan sendirian.
Di situlah kasih Kristus menjadi nyata.
Sebab ketika gereja hadir untuk menguatkan yang lemah, menghibur yang membutuhkan perhatian dan berbagi dengan mereka yang berkekurangan, gereja sedang menghadirkan wajah Kristus di tengah kehidupan.
Memberi bukan karena kita berlebih. Kita memberi karena terlebih dahulu telah menerima anugerah Tuhan.
Dan ketika kasih diberikan dengan ketulusan, sekecil apa pun yang kita berikan dapat menjadi benih yang menumbuhkan harapan di hati seseorang.
Kiranya kepedulian GKMI Tiberias Kakenturan Modoinding menjadi kesaksian bahwa kasih Kristus masih nyata: hadir, menyentuh, menguatkan, dan menjadi berkat bagi sesama.
“Karena kita telah menerima anugerah-Nya, mari kita menjadi saluran berkat bagi orang lain.”
Kasih yang sejati bukan hanya diucapkan, tetapi hadir dalam tindakan. Ketika tangan kita memberi dan hati kita mengasihi, di situlah nama Tuhan dimuliakan. (Yudistira.DN)



