Keselamatan Pengendara Jadi Perhatian, Perbaikan Jalan Pasar Kemis Segera Dilakukan

TANGERANG – Maraknya kecelakaan lalu lintas di sepanjang ruas Jalan Raya Cikupa – Pasar Kemis hingga arah Rajeg mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Keprihatinan tersebut disampaikan langsung oleh Camat Pasar Kemis, Nurhanudin.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas sejumlah insiden kecelakaan yang terjadi, yang diduga dipicu kondisi jalan rusak di beberapa titik.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas beberapa kejadian kecelakaan di ruas Jalan Raya Cikupa, Pasar Kemis hingga menuju Rajeg. Ini menjadi perhatian kita bersama, termasuk Bapak Bupati, bagaimana ke depan sarana transportasi ini bisa lebih baik sehingga masyarakat aman dan nyaman melintas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran khusus untuk perbaikan konstruksi jalan secara permanen. Namun pelaksanaan pekerjaan saat ini masih menunggu proses lelang sesuai mekanisme kegiatan pemerintah daerah.

“Anggaran sudah disiapkan, tetapi pelaksanaan kegiatan harus melalui proses lelang. Untuk sementara kami masih menunggu hasil lelang tersebut. Meski begitu, pemerintah sudah mulai melakukan penanganan darurat berupa tambal sulam dan pembenahan sementara di beberapa ruas jalan,” jelasnya.

Menurutnya, faktor cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi juga menjadi kendala teknis di lapangan. Jalan yang telah diperbaiki sementara kerap kembali mengalami kerusakan.

“Dalam kondisi curah hujan tinggi, beberapa ruas yang sudah dipulihkan bisa kembali terkelupas. Karena itu kami juga menunggu cuaca lebih stabil, namun pemulihan sementara tetap kami lakukan agar arus lalu lintas bisa terbantu dan kecelakaan dapat diminimalisir,” tambahnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.

“Kami menghimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati, fokus, tidak terburu-buru, serta selalu mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi jalan dan cuaca saat ini,” tegasnya.

Senada dengan itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Lisiawati Lase, turut menyampaikan keprihatinannya dan mendorong langkah cepat dari dinas terkait.

“Kita sangat prihatin atas sering terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Raya Pasar Kemis. Kami mendorong Dinas Perhubungan serta Dinas Pekerjaan Umum, baik kabupaten maupun Provinsi Banten, agar segera melakukan perbaikan jalan yang rusak guna menekan angka kecelakaan,” tegasnya.Sementara itu,

Gefy selaku perwakilan masyarakat Pasar Kemis menyampaikan duka cita mendalam atas korban kecelakaan yang terjadi.“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya empat saudara kami dalam satu bulan terakhir. Nyawa mereka sangat berarti, bukan sekadar angka statistik kecelakaan,” ungkapnya.

Ia menilai kerusakan jalan diperparah oleh faktor cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, serta tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas setiap hari.

“Di samping faktor cuaca, Jalan Raya Pasar Kemis juga setiap hari dilalui kendaraan berat seperti truk kontainer dan logistik industri, sehingga mempercepat kerusakan jalan,” jelasnya.

Masyarakat, lanjut Gefy, berharap pemerintah tidak lagi melakukan perbaikan sementara, melainkan peningkatan konstruksi jalan yang lebih kuat.

“Kami berharap bukan lagi tambal sulam yang hanya bertahan hitungan minggu, tetapi pengerasan jalan dengan spesifikasi betonisasi yang menyesuaikan beban kendaraan berat,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil di masyarakat.

“Kami berharap pemerintah segera meninjau langsung titik-titik kerusakan agar bisa mengambil tindakan nyata dan cepat,” katanya.Selain itu, masyarakat mengusulkan pengaturan lalu lintas kendaraan berat demi keselamatan pengguna jalan.

“Perlu pemberlakuan jam operasional ketat bagi truk besar dan kontainer, terutama larangan melintas di jam sibuk. Penempatan petugas gabungan Dishub dan Polantas juga penting untuk menindak pelanggaran,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Gefy menegaskan harapan sederhana masyarakat.

“Kami tidak meminta kemewahan. Kami hanya meminta hak dasar kami, yaitu keamanan saat berkendara. Kami ingin pulang ke rumah dengan selamat, tanpa rasa was-was,” pungkasnya.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *