Pembekalan Seksi HAAK Lingkungan Paroki Karawaci, Gereja St. Agustinus, Disertai Penyerahan Tempat Sampah ke RT/RW dan Kelurahan Karang Anyar

KOTA TANGERANG – Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup sekaligus memperkuat peran pelayanan sosial gereja di tengah masyarakat, Gereja St. Agustinus menggelar kegiatan Pembekalan Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Lingkungan yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan tempat sampah kepada pengurus RT/RW kelurahan Karang Anyar serta aktivis peduli lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu 15 February 2026 di Gerha St. Agustinus ini diikuti oleh para pengurus serta anggota Seksi HAAK Lingkungan dari berbagai wilayah pelayanan. Pembekalan bertujuan memberikan pemahaman, penguatan kapasitas, serta arah gerak pelayanan lingkungan berbasis iman dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan agenda sosial berupa penyerahan sarana kebersihan berupa tempat sampah kepada RT/RW dari Kelurahan Karang Anyar, Kota Tangerang. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah lingkungan sekaligus mendorong budaya hidup bersih di wilayah setempat.

Agus Wardoyo yang akrab disapa Gus War, selaku Ketua HAAK menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret kepedulian gereja terhadap isu ekologis.

“Semoga dengan Pembekalan ini,, HAAK Lingkungan siap menjalani perutusan di tengah masyarakat untuk menyampaikan pesan Damai bagi semua orang dan terutama di tahun 2026 ini HAAK Lingkungan turut aktif dalam menjaga dan merawat alam ciptaan sebagai bentuk kampanye tentang Pertobatan Ekologis,” ujar Agus.

Salah satu aktivis muda Kota Tangerang Ardo, juga mengapresiasi aksi nyata HAAK Paroki Karawaci dalam menjalani tahun pertobatan Ekologis sesuai Arah Dasar Keuskupan yang baru. “Ini merupakan bentuk kepedulian nyata Gereja Santo Agustinus terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus komitmen bersama untuk memulai gerakan pilah sampah.” Ujarnya.

Ardo juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi awal dari gerakan bersama untuk menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan lingkungan.

“Semoga kolaborasi antar agama dan antar masyarakat seperti ini terus terjalin, demi terwujudnya kota Tangerang yang bersih, sehat, dan berdaya saing.” tutup Ardo.

red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *