ZONANASIONAl.id || Tangerang –Pengelolaan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang kembali menuai perhatian publik. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa DLH mengelola anggaran mencapai ratusan miliar, termasuk untuk pengelolaan di berbagai titik seperti Taman Cibodas, serta layanan pengangkutan sampah. Namun, besarnya anggaran tersebut dinilai belum berbanding lurus dengan kualitas layanan. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa armada pengangkut sampah baik motor maupun mobil tidak mengalami peremajaan, sehingga sering mengalami kerusakan dan menghambat proses pengangkutan sampah di lapangan.
“TPS (Tempat Pembuangan Sementara) tiba-tiba pindah ke dekat rumah warga, sekarang motor rusak sampah selama seminggu jadi gak diambil. Memang anggaran DLH yang ratusan miliar dipakai untuk apa saja sebenarnya?” tanya Ardo.
Menurut Ardo kondisi armada yang tidak optimal membuat petugas kerap terlambat mengambil sampah masyarakat karena motor angkut rusak atau tidak siap beroperasi. Hal ini menimbulkan keluhan dari warga yang menilai pelayanan DLH berjalan lambat meski anggaran besar sudah dikucurkan.
Di beberapa wilayah, masyarakat malah mengeluhkan adanya permintaan iuran tambahan jika meminta mobil pengangkut sampah mengambilnya. “Saya pernah mendengar keluhan warga yang diminta biaya tambahan diluar retribusi yang setiap bulan dibayarkan. Saya pikir hal seperti ini harus dikonfirmasi ke pak Kadis dan jajarannya” ujar Ardo
Ardo juga mempertanyakan pertanggungjawaban anggaran proyek PSEL pasca pemberhentian proyek tersebut karna terbitnya Perpres Nomor 109 Tahun 2025 Oktober lalu. “Meskipun proyek tersebut beberapa kali dinyatakan behenti saya berharap ada rencana kerja lain yang bisa dibuat oleh DLH sebagai bentuk kepada masyarakat Kota Tangerang.” tutup Ardo
Red











