Dugaan Minim Perawatan dan Tidak Transparannya Dana BOS, SDN 16 Indralaya Utara Disorot

Ogan Ilir – Kondisi bangunan di SD Negeri 16 Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menuai sorotan. Sekolah tersebut tampak kurang terawat, dengan sejumlah kerusakan fisik yang terlihat jelas, seperti cat dinding yang kusam, plafon berlubang, hingga lingkungan belakang sekolah yang dipenuhi tumpukan sampah plastik.

Temuan ini didapat saat tim awak media melakukan konfirmasi lapangan berdasarkan laporan masyarakat, pada Kamis (23/04/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Saat tiba di lokasi, tim media disambut oleh dewan guru dan diminta mengisi buku tamu. Salah satu guru kemudian menanyakan identitas serta tujuan kedatangan awak media.

“Kami dari wartawan ingin melakukan konfirmasi terkait kepala sekolah serta penggunaan dana pemerintah, khususnya dana BOS di sekolah ini,” ujar tim media.

Namun, pihak guru menyampaikan bahwa kepala sekolah tidak berada di tempat saat itu.

Dalam wawancara lanjutan, guru tersebut mengaku bahwa papan informasi publikasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sebelumnya pernah ada, sudah beberapa tahun terakhir tidak lagi terlihat.

“Kalau papan publikasi dulu ada, tapi sudah lama tidak terlihat. Untuk sampah di belakang sekolah, biasanya kami bersihkan seminggu sekali,” ungkapnya.

Terkait kondisi bangunan yang rusak, seperti plafon yang bolong dan hampir roboh serta cat yang memudar, guru tersebut enggan memberikan penjelasan lebih jauh.

“Kalau soal itu, silakan tanyakan langsung ke kepala sekolah. Kami hanya bertugas mengajar,” katanya.

Tim media kemudian meminta izin untuk melakukan dokumentasi berupa foto dan video sebagai bahan pemberitaan, mengingat kondisi tersebut diduga tidak tersentuh perawatan meskipun terdapat anggaran pemeliharaan dari Dana BOS.

Guna menjaga keberimbangan informasi, awak media mencoba menghubungi Kepala Sekolah SDN 16 Indralaya Utara melalui aplikasi WhatsApp. Namun, upaya konfirmasi tidak mendapatkan tanggapan, bahkan nomor wartawan diduga diblokir.

Hal ini memunculkan dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut, sekaligus menutup ruang hak jawab kepada media.

Atas temuan ini, tim awak media mendesak pihak terkait, mulai dari Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Inspektorat, Dinas Pendidikan, BPKD, hingga aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan, untuk segera melakukan pemeriksaan dan audit terhadap penggunaan anggaran di SDN 16 Indralaya Utara.

Langkah ini dinilai penting guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta menjamin lingkungan belajar yang layak dan sehat bagi para siswa.

Pewarta: Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *