PEWARNA Indonesia Tekankan Integritas: Jurnalis Tak Cukup Hanya Cakap, Harus Punya Karakter

JAKARTA, 12 Agustus 2026 | ZN — Kemampuan jurnalistik saja tidak cukup untuk membangun insan Pers yang dipercaya publik. Karakter, integritas, dan kemampuan mengenali potensi diri menjadi fondasi yang tak kalah penting.

Pesan itu mengemuka dalam Seminar Capacity Building Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) yang digelar di GSPDI Beleza, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan Dr. Harmoni Ezra sebagai narasumber dan Antonius Natan sebagai host.

Seminar diarahkan untuk memperkuat kapasitas anggota PEWARNA Indonesia melalui pengembangan karakter, integritas, kompetensi, dan talenta. Harmoni mengajak peserta memahami bahwa setiap orang lahir dengan keunikan masing-masing. Pola berpikir, cara merasakan, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan merupakan bagian dari karakter yang membentuk seseorang.

Menurutnya, perbedaan tidak semestinya menjadi sumber jarak. Jika dikenali dengan baik, perbedaan justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun kerja sama dan menyelesaikan persoalan. “Talenta bukan untuk disimpan, melainkan dikembangkan agar menghasilkan sesuatu yang berguna.”

Karena itu, peserta didorong untuk tidak berhenti pada kemampuan mengenali masalah, tetapi mampu berkembang menjadi problem solver—pribadi yang sanggup membaca situasi, menganalisis persoalan, membangun komunikasi, mengambil keputusan, dan menghadirkan solusi.

Pesan tersebut dikaitkan dengan Efesus 2:10, yang menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah.Mengenali Potensi, Memahami Perbedaan.

Seminar juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenali karakter dan potensi melalui tools assessment DYVN.me dengan voucher PEWARNA2026. Melalui pendekatan empat warna—merah, kuning, hijau, dan biru—peserta diajak memahami kecenderungan masing-masing dalam berpikir, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan membangun relasi.

Tujuannya bukan mencari karakter yang paling unggul, melainkan memahami bahwa setiap individu memiliki kekuatan yang berbeda. Ketika perbedaan tersebut dipahami dan ditempatkan secara tepat, organisasi dapat bergerak lebih solid dan produktif. Namun, seluruh kemampuan itu pada akhirnya membutuhkan satu fondasi: integritas.

Kompetensi dapat membuat seseorang terlihat profesional. Talenta dapat membuat seseorang menonjol. Tetapi integritaslah yang menentukan apakah seseorang layak dipercaya.

Bagi dunia jurnalistik, kepercayaan publik merupakan nilai yang tidak dapat ditukar. Karena itu, seorang jurnalis tidak hanya dituntut mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki keberanian menjaga kebenaran, tanggung jawab terhadap publik, serta konsistensi antara apa yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan.

Sebab berita dapat dibaca dalam hitungan menit, tetapi reputasi dibangun bertahun-tahun. Dan reputasi selalu berpijak pada satu hal: integritas.

Seminar Capacity Building PEWARNA Indonesia menjadi ruang refleksi bahwa membangun profesionalisme bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan, tetapi juga tentang membentuk manusia yang memiliki nilai. Talenta memberi warna. Kompetensi memberi daya. Karakter memberi arah. Dan integritas menjaga kepercayaan. (Yudistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *