PEWARNA Indonesia Dorong Jurnalis Berkarakter Kristus: Tajam Menulis, Teguh Berintegritas.

JAKARTA | ZN — Menjadi jurnalis bukan sekadar mampu mengolah fakta menjadi berita. Lebih dari itu, seorang jurnalis dituntut memiliki karakter, integritas, tanggung jawab, serta keberanian untuk menyampaikan kebenaran secara profesional.

Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Seminar Capacity Building PEWARNA Indonesia yang digelar Senin (10/8/2026) di GSPDI Beleza, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang menghadirkan Dr. Harmoni Ezra sebagai narasumber dan dipandu Antonius Natan sebagai host ini menjadi ruang penguatan kapasitas anggota, sekaligus momentum untuk menggali talenta, karakter, dan potensi diri.

Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono, menegaskan bahwa seminar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bekal peningkatan kompetensi jurnalistik, tetapi juga membentuk kekhususan yang menjadi identitas PEWARNA sebagai organisasi wartawan Nasrani.

“Seminar ini diharapkan menjadi bekal bagi seluruh anggota PEWARNA. Selain memiliki dan menjalankan etika jurnalistik yang berlaku, karena kita membawa nama Nasrani, maka penting bagi setiap kita memiliki karakter Kristus—siap melayani, bertanggung jawab, dan hidup dalam integritas,” ujar Yusuf Mujiono. Menurutnya, identitas tersebut harus tercermin dalam karya jurnalistik yang dihasilkan.

Kehadiran wartawan PEWARNA diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang lugas, inspiratif, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus membawa nilai-nilai kebaikan bagi masyarakat. “Dengan karakter dan integritas tersebut, kita ingin kehadiran PEWARNA bukan hanya terlihat dari apa yang kita tulis, tetapi juga dari nilai yang kita bawa dan dampak yang kita berikan,” lanjutnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Harmoni Ezra mengajak peserta memahami bahwa setiap individu memiliki keunikan, baik dalam pola pikir, komunikasi, pengambilan keputusan maupun talenta. Potensi tersebut perlu dikenali dan dikembangkan agar mampu menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas dan pelayanan.

Peserta juga didorong untuk tidak sekadar mampu menemukan persoalan, tetapi menjadi problem solver yang mampu membaca situasi, menganalisis persoalan, membangun komunikasi, dan menghadirkan solusi.Pemahaman tersebut diperkuat melalui Efesus 2:10, bahwa manusia diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah.

Seminar juga memperkenalkan assessment melalui DYVN.me menggunakan voucher PEWARNA2026, sebagai sarana membantu peserta mengenali karakter, kekuatan, talenta, dan kecenderungan dirinya.Pada akhirnya, Capacity Building PEWARNA Indonesia membawa pesan sederhana namun mendasar: jurnalis boleh tajam dalam melihat fakta, tetapi harus tetap jernih dalam bersikap.

Berani menyampaikan kebenaran, namun tetap berkarakter. Kompeten dalam bekerja, tetapi tidak kehilangan integritas. Sebab bagi PEWARNA, berita bukan hanya tentang apa yang disampaikan, tetapi juga tentang siapa yang menyampaikannya dan nilai apa yang dibawanya. (Yudistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *