Aras Gereja Nasional Bersama JDN dan FGBMFI Gelar Momentum Kesatuan Doa Nasional 2026.

JAKARTA, 17 Agustus 2026 | ZN — Para pemimpin aras gereja nasional yang diwakili PGI, KWI, PGLII, PGPI, PGBI, GOI, Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, bersama Jaringan Doa Nasional (JDN), Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI), serta berbagai gereja, lembaga pelayanan, jaringan doa dan komunitas Kristen, menggelar Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) 2026.

Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, tersebut dipusatkan di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan. Mengusung subtema “Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia,” MKDN menjadi momentum bagi umat Tuhan untuk merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, serta berbalik dari jalan-jalan yang jahat, sebagaimana pesan dalam 2 Tawarikh 7:14.

Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Darwin Darmawan, menekankan pentingnya doa dalam memahami kehendak Tuhan bagi bangsa Indonesia. “Kita memerlukan doa. Melalui doa, kita akan memahami apa yang Tuhan inginkan bagi Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Toni Mulya menegaskan bahwa MKDN bukan sekadar sebuah kegiatan seremonial, melainkan momentum bagi gereja untuk mengambil posisi dan berdiri bersama bagi Indonesia.

Secara nasional, MKDN dilaksanakan secara serentak di 620 titik yang tersebar di 38 provinsi, mencakup berbagai kota dan wilayah di Indonesia. Fasilitator Umum JDN, Aristakus Tarigan, menjelaskan bahwa keserentakan tersebut merupakan wujud nyata kesatuan Tubuh Kristus dalam membawa bangsa Indonesia ke dalam doa.

Acara nasional di Balai Sarbini berlangsung pukul 15.00–21.00 WIB, dengan puncak acara pada pukul 17.30–21.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan para pemimpin gereja, hamba Tuhan, serta pelayan pujian dari berbagai denominasi gereja.

Sejumlah pelayan pujian turut mengambil bagian, di antaranya Ps. Sidney Mohede (JPCC Worship) yang memimpin penyembahan melalui lagu “Doa Kami”, Eldhy Victor, IFGF Praise, GKII Worship Team, Paduan Suara Bala Keselamatan, Gekari Damai Sejahtera Worship Team, serta JDN Worship Team.

Dalam kesempatan tersebut, Ps. Edy Leo menegaskan bahwa melalui MKDN, umat Tuhan diajak untuk bersyukur, bertobat, berdoa, bersatu sebagai Tubuh Kristus, dan mendeklarasikan iman atas Indonesia.

Semangat tersebut juga diwujudkan melalui gerakan Indonesia Menyembah 5, yang mendorong gereja-gereja di berbagai kota untuk membangun mezbah doa dan penyembahan bagi bangsa. “Mari kita tangkap momentumnya, bangkitkan para pendoa, satukan Gereja, dan berdiri bagi Indonesia.” Pesan tersebut kembali mengingatkan umat pada firman Tuhan dalam 2 Tawarikh 7:14, tentang kerendahan hati, doa, pertobatan, dan pemulihan negeri.

Puncak Momentum Kesatuan Doa Nasional 2026 ditandai dengan deklarasi para pimpinan dan tokoh gereja mengenai pentingnya kesatuan Tubuh Kristus. Kesatuan tersebut menjadi pesan utama bahwa gereja dipanggil bukan hanya untuk berdoa bagi dirinya sendiri, tetapi juga berdiri bersama, bersinergi, dan membawa Indonesia dalam doa demi kebangkitan bangsa. (Red, Yudistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *