DARI TUMPAAN, MBS MANADO MENYALAKAN HARAPAN BARU: PENDIDIKAN, IMAN, DAN PANGGILAN MELAYANI.

Minahasa Selatan. | ZN — Bukan sekadar seremoni pembukaan sebuah kelas. Senin, 10 Agustus 2026, GKMI Mawar Sharon Tumpaan menjadi saksi dimulainya sebuah perjalanan pendidikan yang diharapkan melahirkan generasi pelayan Tuhan yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki fondasi iman yang kuat.

Maranatha Bible School (MBS) Manado Kelas Tumpaan resmi dibuka dalam suasana penuh sukacita, dan kebersamaan. Momentum tersebut mempertemukan unsur gereja, pemerintah, para pelayan Tuhan, serta masyarakat dalam satu semangat: mempersiapkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memahami panggilan untuk melayani.

Pembukaan secara resmi dilakukan oleh Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.I.P., yang hadir langsung dan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan MBS Manado Kelas Tumpaan.

Dalam sambutannya, Theodorus Kawatu menegaskan bahwa keberadaan MBS Kelas Tumpaan merupakan momentum penting dalam mengawali proses pendidikan sekaligus pembinaan iman bagi para peserta didik. Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Ia bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh, melainkan juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut membentuk karakter, memperkuat iman, dan pada akhirnya diwujudkan dalam kehidupan serta pelayanan kepada sesama.

Suasana ibadah semakin memberi warna pada momentum pembukaan tersebut. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Maxi Kereh, S.Pd.K., M.Th., Ketua II Majelis Daerah GKMI Sulawesi Utara sekaligus Ketua MBS Manado. Mengangkat pesan dari Amsal 1:7, Pdt. Maxi menempatkan Tuhan sebagai pusat dari seluruh proses pendidikan dan kehidupan.Ia menekankan pentingnya menjadikan Tuhan sebagai fondasi, akar, sekaligus kompas dalam meniti kehidupan dan mencapai kesuksesan.

Pesan itu menyiratkan sebuah prinsip sederhana namun mendasar: Pengetahuan tanpa ketaatan dapat kehilangan arah. Karena itu, pendidikan yang dibangun di atas iman harus mampu mempertemukan kecerdasan dengan karakter, pengetahuan dengan hikmat, serta kemampuan dengan tanggung jawab.

Para peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk mengetahui apa yang benar, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjalankan kebenaran tersebut dalam kehidupan dan pelayanan.

Gereja dan Pemerintah Bersinergi Pembukaan

MBS Manado Kelas Tumpaan turut mendapat dukungan dari berbagai unsur. Kehadiran tokoh gereja, pemerintah, dan para pelayan Tuhan memperlihatkan adanya perhatian bersama terhadap pentingnya pendidikan dan pembinaan generasi masa depan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pdt. Dr. Yohanes Simmin, Penasehat GKMI Pusat; Pdt. Hanny Kolamban, S.Th., M.Th., Gembala Sidang GKMI Kakenturan Modoinding; Pdt. Linda Leleng Longkutoy, Gembala Sidang GKMI Mawar Sharon Tumpaan; serta Pdt. Sonny Mongkareng, M.A., M.Th., Ketua Shekinah Ministry Indonesia, Gembala GPdI Shekina Tumpaan Baru sekaligus Pendeta Fungsional Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan. Turut hadir Drs. Sonny Maleke, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Minahasa Selatan; Terry Lolowang, S.E., Camat Tumpaan; Elke Poluakan, S.KM., M.Kes., Hukum Tua Desa Tumpaan Dua; serta Pdt. Robby Umboh, S.Th., Ketua Wilayah GKMI TAAT.

Kehadiran lintas unsur tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan keagamaan tidak berdiri sendiri. Ia membutuhkan dukungan, sinergi, dan kepedulian bersama agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi gereja maupun masyarakat.Sembilan Kali Meluluskan, Terus Mempersiapkan Pelayan TuhanPerjalanan MBS Manado juga memiliki catatan panjang dalam membentuk para pelayan Tuhan.

Lembaga pendidikan ini telah melahirkan banyak hamba Tuhan yang kemudian mengambil bagian dalam pelayanan sebagai gembala, pengajar, maupun pelayan Tuhan di berbagai bidang.Hingga saat ini, MBS Manado telah mencapai IX kali lulusan. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan dan pembinaan yang dilakukan terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Di bawah kepemimpinan:Ketua: Pdt. Maxi Kereh, S.Pd.K., M.Th.Sekretaris: Pdt. Nixon KameaBendahara: Pdt. Gabriel ParengkuanMBS Manado juga diperkuat oleh 12 orang dosen dan tenaga pengajar yang mengambil bagian dalam proses pendidikan para peserta didik.

Menanam Hari Ini, Memanen Pelayan Tuhan di Masa Depan.

Pembukaan Kelas Tumpaan menjadi babak baru dalam perjalanan MBS Manado. Di balik ruang kelas dan proses akademik, ada sebuah harapan besar: agar para peserta didik tidak berhenti pada pencapaian akademis, tetapi bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki iman, karakter, integritas, dan hati seorang pelayan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya dapat diukur dari gelar yang diperoleh atau pengetahuan yang dikuasai. Ukuran yang lebih dalam adalah sejauh mana ilmu tersebut mampu melahirkan kehidupan yang berguna, menjadi berkat, dan menghadirkan nilai-nilai kebenaran di tengah masyarakat.

Dari Tumpaan, perjalanan itu dimulai.MBS Manado Kelas Tumpaan bukan hanya membuka ruang untuk belajar, tetapi membuka jalan bagi lahirnya generasi yang dipersiapkan untuk melayani.Dengan Tuhan sebagai fondasi, firman sebagai kompas, pengetahuan sebagai bekal, dan pelayanan sebagai panggilan, langkah baru itu kini dimulai. (Yudistira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *